Desa Sade, Sebuah Daerah Wisata Edukatif di Lombok

Nusa Tenggara Barat kini memiliki sebuah kota selain Mataram yang menjadi primadona, yakni Lombok. Di kota ini, terdapat berbagai macam etnik, suku, dan keindahan alam yang luput dari bidikan kamera petualang. Dari kota ini, sebuah tempat yang tak hanya menyajikan wisata alam di setiap sudut kotanya, tapi juga memiliki wisata edukatif di Lombok yang tak kalah menariknya dengan berbagai wisata edukatif lainnya di berbagai pelosok Nusantara. Wisata edukatif yang dimaksud adalah Desa Sade, sebuah desa yang menyimpan akan keberagaman budaya dan suku asli timur Indonesia yang hingga kini masih lestari terjaga.

gambar desa sade

 

Sade, Sebuah Desa Wisata Edukatif di Lombok yang Kental dengan Budayanya

Desa Sade merupakan sebuah desa yang terletak di kabupaten Lombok Tengah, tepatnya di daerah Pujut. Banyak yang menyebut Desa Sade sebagai sebuah nama dusun, karena terdapat beberapa nama lain di tempat ini. Tapi, ada juga yang menyebut sebagai desan karena pemerintah setempat telah menetapkan tempat ini sebagai wisata edukatif di Lombok. Ya. Desa Sade memang sepaket dengan suku sasak yang hidup turun-temurun di daerah ini. Sade memang sudah terkenal di telinga para pelancong, khususnya wisatawan mancanegara.

Karena memang, banyak sekali turis asing yang ingin belajar tentang keberagaman suku dan etnik serta cara hidup mereka yang tetap berdampingan meski memiliki keyakinan yang berbeda. Meski desa Sade terletak persis di pinggir jalan yang mulus dan beraspal, para penduduk setempat masih tetap memegang teguh prinsip dasar hidup mereka dan tidak memakai listrik sebagai alat penerangan rumah kala malam tiba. Mereka justru masih menggunakan storking ataupun lilin serta panggangan kayu hanya untuk melihat cahaya sekaligus menghangatkan badan.

Desa Sade juga merupakan sebuah potret kehidupan suku sasak asli Lombok bertahan hidup dengan semua kesederhanaan yang mereka miliki. Amati saja, setiap bangunan rumah di desa tersebut tak ada satupun yang memakai peralatan modern melainkan tetap dengan cara tradisional seperti ijuk, dan bambu serta kayu. Luas desa ini terbilang sempit karena hanya 5,5 hektar dan berpenduduk sekitar 700 orang. Menampilkan berbagai macam permainan tradisional serta alat tarian khas desa Sade bernama Tarian Cupak Gerantang dan Tari Presean akan terlihat lebih sempurna jika diiringi alat musik daerah Lombok bernama Gendang Beleq.

Tak heran jika banyak yang menyebut Sade sebagai sebuah destinasi wisata edukatif di Lombok karena mengandung nilai-nilai yang sangat mengedukasi masyarakat. Yang membuat kita belajar bahwa Desa Sade memiliki nilai-nilai pendidikan tinggi adalah mereka hampir setiap hari menggunakan pakaian adat sebagai identitas dan ciri khas mereka. Inilah yang semakin menyadarkan kita bahwa identitas diri adalah cerminan kita terhadap orang lain.

Hal yang tak kalah unik dan mengagumkannya dari Desa Sade adalah belajar menenun kain. Kebanyakan para perempuan desa ini akan belajar bagaimana menghasilkan kain tenun berkualitas dan memiliki nilai jual yang tinggi. Tak hanya itu saja, kain tenun khas Lombok 75% berasal dari desa ini dan memiliki kualitas istimewa dengan harga yang akan membuat pembeli mengerutkan dahi. Keunikan-keunikan diatas layak menyematkan Desa Sade sebagai wisata edukatif di Lombok karena selain memiliki nilai-nilai edukasi yang menjunjung tinggi adat istiadat dan budaya, tapi juga menyimpan keanekaragaman dan kearifan lokal yang akan membuat semua orang menjadi terpana. Jadi, selamat mengunjungi desa Sade dengan segala keunikan dan kekhasannya sebagai simbol Bhineka Tunggal Ika. Demikian informasi yang bisa dibagi mengenai wisata edukatif di Lombok, semoga bisa menginspirasi anda dan semoga bermanfaat.